“Untuk masalah pengerukan alur Pulai Baai, kita hanya bertugas pada soal keamanan. Baik pengamanan di dalam maupun di luar seputaran alur pengerukan.
Sedangkan secara teknis itu adalah kewengan pemerintah daerah,” kata Deri, saat ditanaykan BE, kemarin
Menurut Deri, sebagai salah satu bagian TNI, tugas TNI AL antara lain menyiapkan dan membina kekuatan untuk menegakkan kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia serta melindungi kepentingan nasional di laut yurisdiksi nasional.
Menegakkan hukum di laut sesuai dengan kewenangan yang diatur dalam perundang-undangan nasional dan hukum internasional. Melaksanakan operasi militer selain perang dan ikut serta secara aktif dalam tugas-tugas pemeliharaan perdamaian regional dan internasional.
Selain itu menurut Deri, guna membantu pengamanan tersebut, pihaknya telah mensiagakan dua buah KAL (kapal Angkatan Laut) yakni KAL Enggano dan KAL Ratu Samban.
Diketahui sebelumnya Menteri Perhubungan Freddy Numberi, didampingi Gubernur Bengkulu, saat melakukan peninjauan kondisi Pelabuhan Pulau yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi pasir meminta PT Pelindo untuk meningkatkan kinerja khususnya dalam pengelolaan Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu.
Menhub juga berharap, antara Pemprov dan PT Pelindo serta pihak ketiga dapat melakukan kerja sama yang baik dalam mengatasi pendangkalan alur Pulau Baai.
“Saya meminta PT Pelindo untuk meningkatkan kinerja untuk mengelola pelabuhan. Termasuk Pelabuhan Pulau Baai yang sedang mengalami pendangkalan,” kata Freddy.
Sedangkan General Manager PT Pelindo Bengkulu, Effendy Abdullah mengatakan, pihaknya akan melihat selama 6 bulan bagi PT PI dalam melakukan pengerukan alur.
Effendi menambahkan PT Pelindo akan mendukung keputusan Menhub yang memperpanjang izin PT PI mengatasi pendangkalan alur. (cw1/100) |