Setelah selesai servis, kapal itu berlayar ke Tanjung Priok Jakarta. Di sana kapal mendapat order muatan kerangka baja, semen dan keramik seberat 600 ton untuk dibawa ke Telok Dalam Kepulauan Nias.
Sialnya, saat berada di perairan Ipuh, Palka kapal bocor akibat dihantam badai. Saat kapal bocor, nahkoda sempat melakukan kontak via radio. Namun 5 menit kemudian kontak sudah tak ada lagi.
Mengetahui hal itu, H Nurman sang pemilik kapal langsung mengontak Alazadini. Selanjutnya Alazadini langsung menghubungi Tim SAR dan Lanal Bengkulu.
Saya tahu 2 ABK selamat tadi (kemarin pagi).
Sehingga saya langsung meluncur ke Bengkulu, ujarnya.
Dikatakan Alazadini, Panji dan Anton selamat karena mengenakan baju pelampung dan ban. Keduanya dua hari 2 malam terapung-apung di laut, ujarnya.
Di sisi lain, hingga berita ini diturunkan Panji dan Anton belum bisa diwawancarai. Keduanya masih dirawat di ruang IGD RSUD M Yunus.(100)
|