Turut hadir sejumlah tokoh masyarakat dan pejabat daerah seperti mantan Bupati RL Wahidun Djangjaja, Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Ruslan Riza, dan Walikota Bengkulu Ahmad Kanedi SH begitu juga dengan Cawagub Dani Hamdani MPd.
Politik yang menghalalkan segala cara, nilai SA, tidak pantas dilakukan di Bengkulu. Sebab, hasil akhir yang diberikan justru akan membawa kerugian bagi rakyat.
Contoh lah Bung Karno dan Bung Hatta. Kedua tokoh ini mempunyai pemikiran yang jauh berbeda, tetapi bisa memimpin Indonesia untuk maju, ucap mantan Kapolda Jabar ini.
SA yang sempat masuk nominasi calon anggota KPK ini mengilustrasikan cerita seorang perwira Belanda bernama De Jong dan perwira Indonesia Alex Kawilarang yang sama-sama menjalani pendidikan kemiliteran.
Saat perang melawan Jepang terjadi keduanya berjibaku. De Jong dikirim ke Indonesia sebagai komandan perang dan melakukan penyamaran sebagai warga Indonesia.
Di tengah medan perang keduanya bertemu, sehingga saling bertanya misinya. Keduanya akhirnya bersatu untuk tujuan yang sama yaitu menumpas musuh (Jepang) dengan cara yang berbeda.Tidak perlu lah kita melakukan penyamaran.
Mari kita bulatkan tekad untuk memperjuangkan kebenaran, ucapnya mengisyaratkan pertarungan Pilkada mendatang mesti dilakukan secara fair.
Acara tersebut juga menjadi ajang silaturahmi SA terhadap warga Kota Bengkulu atas deklarasinya bersama Dani Hamdani MPd untuk maju dalam Pilgub mendatang.Meski akan terjadi persaingan, namun tali persaudaraan tetap harus terjalin, katanya.
Di sisi lain, salah satu warga yang hadir Herdiansyah (24) penyandang tuna netra sangat mendukung rencana SA maju dalam Pilgub mendatang. Ia menilai SA merupakan sosok yang sederhana dan pengasih. Sebenarnya kita perlu pemimpin seperti SA, urainya.(333/***)
|