Karena Presiden menilai terobosan-terobosan yang dilakukan Agusrin banyak membawa perubahan bagi Provinsi Bengkulu.
Tak heran, Presiden SBY bersedia hadir saat pembukaan MTQN XXIII. Bahkan dia dan ibu negara, Ny Ani Yudhoyono rela menunda kepulangan beberapa jam untuk menyaksikan perubahan di kawasan wisata Pantai Panjang.
Di sisi lain, saat MTQN XXIII, Presiden memuji pelaksanaan MTQN. Bahkan dia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur, semua panitia dan masyarakat Provinsi Bengkulu.
Terkait pembangunan kawasan wisata, Presiden sangat memuji keberhasilan Gubernur Agusrin M Najamudin menata kawasan Pantai Panjang. Bahkan dia
berjanji akan membantu pembangunan kawasan wisata baik di Kota Bengkulu maupun di kabupaten- kota lain.
Sementara itu, Presiden juga sangat bangga dengan program pembagian handtractor dan umroh secara gratis yang dilakukan oleh Agusrin. Khusus revolusi pertanian itu dapat meningkatkan produksi pertanian di Provinsi Bengkulu.
Saat kedatangan Presiden, saat makan pagi bersama Presiden, Gubernur Bengkulu menyempatkan diri menyampaikan program - program pemerintahan daerah yang sedang dilaksanakan maupun program- program yang akan datang.
Diantaranya pembangunan objek wisata Pantai Panjang dan objek wisata sejarah lainya seperti Benteng Malrborough, rumah kediaman Bung Karno, rumah Fatmawati termasuk program pembangunan lainnya seperti pembangunan Pelabuhan Pulau Baii, Bandara Fatmawati dan infrastruktur lainnya.
Menurut Gubernur pula, pembagian handtraktor secara gratis kepada petani dalam rangka meningkatkan produksi pertanian khususnya beras di Provinsi Bengkulu dan program umroh gratis kepada sebagian masyarakat yang berkesempatan umroh dapat berdoa di Masjidil Haram untuk keselamatan dan kemaslahatan Propinsi Bengkulu sehingga terhindar dari bencana.(infokom/adv)
|