 |
| |
| Bengkulu Ekspress / Berita Utama |
| |
| |
| Oknum Penjual Bakso Babi Diperiksa |
| Jumat, 05 Juni 2009 03:51:28 |
|
 |
 |
|
|
Pantauan BE, sebelum masuk ke ruang Asisten I, Kadisnakkeswan dan oknum penjual bakso babi terlebih dahulu menunggu di ruang tunggu. Saat berada di ruang tunggu itu, sempat terdengar oleh BE kalau oknum penjual bakso itu mengaku tidak mengetahui bahwa bahan baku baksonya berasal dari daging babi. Saya tidak tahu kalau bahannya dari daging babi, tuturnya kepada Irianto.
Hanya saja percakapan keduanya tak berlanjut. Tak berapa lama kemudian keduanya bertemu Darussalam. Pertemuan itu sendiri dilaksanakan tertutup selama 1 jam. Dari bocoran yang diperoleh BE, Pemprov ingin lebih mengetahui asal muasal daging babi digunakan untuk bahan pembuatan bakso.
Barulah sekitar pukul 11.35 WIB, oknum penjual bakso babi itu didampingi Kadisnakkeswan keluar dari ruang kerja Asisten I. Saat BE menanyakan darimana oknum itu mendapatkan daging babi atau pentolan bakso babi, oknum itu hanya tersenyum saja dan tidak sedikitpun kata-kata keluar dari mulutnya.
Sementara itu usai pertemuan antara penjual bakso babi dengan Plh Asisten I, Kadinakkeswan drh Irianto Abdullah ketika dikonfirmasi tak mau berkomentar. Nanti saja, setelah ada titik terangnya, ujarnya sambil berlalu.
Di sisi lain, Plh Asisten I Drs Darussalam mengatakan hingga saat ini tim Disnakkeswan masih terus melakukan penyelidikan dari mana oknum penjual bakso babi mendapatkan bahan baku daging babi dan dimana mereka mendapatkannya. Semuanya masih tahapan pengumpulan data, walau sudah ada titik terangnya. Intinya kami mengetahui asal sumber bahan baku, apakah mereka membeli di Pasar Minggu atau Pasar Panorama, katanya.
6 Ribu Ekor
Tahap demi tahap pengungkapan siapa produsen bakso babi mulai tercium tim Disnakkeswan Provinsi Bengkulu. Bahkan patut diwaspadai penyebaran bakso babi sampai ke luar kota. Pasalnya populasi babi di Provinsi Bengkulu mencapai 6 ribu ekor.
Kami belum bisa memberitahu asal muasal bakso babi. Tim masih terjun mengecek ke lapangan. Sudah ada oknum penjual bakso babi yang kami panggil dimintai keterangan. Mereka hanya diperingati, jangan lagi menjual bakso babi. Pertama-tama kita beri nasehat, jika masih menjual bakso babi baru akan diberi saksi tegas, terang Kadisnakkeswan Provinsi drh Irianto Abdullah.
Diakuinya, sentral pembuatan bakso babi masih dilancak. Informasi terakhir posisi produsen bakso babi sudah tercium. Untuk lebih mendetail lagi, tim terus bergerak mengumpuli data-data dari oknum penjual bakso babi. Nanti mereka akan dibina terlebih dahulu, tidak langsung diberi saksi tegas. Pembinaan dengan meminta mereka tidak membuat dan menjual bakso babi.
Dijelaskan Irianto, dari hasil indentifikasi diperoleh data pemelihara babi dan pengumpul babi tersebar di 6 kabupatenn/kota. Terbanyak di Kota Bengkulu dan Kabupaten Mukomuko. Kabupaten yang tidak ditemui peternakan babi yakni Kepahiang, Kaur, Rejang Lebong dan Lebong. Selebihnya ada peternakan babi dan pengumpul daging babi (lihat tabel).Populasi babi di Provinsi Bengkulu mencapai 6 ribu ekor. Sedangkan pemelihara babi sebanyak 300 orang dan terbanyak berada di Seluma 234 orang, ujarnya.
Perbedaan
Ditambahkannya, secara kasat mata tidak bisa dibedakan bakso babi dengan bakso bahan baku daging sapi. Maka dari itu perlu diuji dengan alat retrikator. Jadi warga yang beli bakso tidak akan mengetahui perbedaan bakso babi dengan bakso sapi.
Kita jalin kerja sama dengan MUI dan BPOM, untuk memberi label halal dan bebas dari bakso babi kepada penjual bakso. Tetapi baksonya diteliti terlebih dahulu, apakah benar-benar bebas dari bahan baku daging babi, paparnya.
Agendakan Penertiban
Terkait informasi soal bakso babi dan makanan lainya mengandung daging babi berdasarkan surat BPOM RI Nomor KH.00.01.123.2257 tertanggal 1 Juni 2009 serta soal peternakan babi ilegal, Polres Bengkulu mengagendakan untuk melakukan penertiban. Untuk itu, pihak Polres akan berkoordinasi dengan BPOM dan Disnakkeswan Provinsi.
Kapolres Bengkulu AKBP Agung Setya Imam Efendi SH SIK MSi mengatakan pihaknya tak akan sembarangan dalam melakukan penertiban. Kita akan lakukan sesuai prosedur berlaku. Untuk itu kita akan berkoordinasi dengan Disnakkeswan Provinsi dan BPOM, ujarnya.
Sementara itu, Ketua MUI Provinsi Bengkulu KH Ahmad Daroini mendesak pihak terkait mengusut tuntas kasus bakso babi. Prosuden bakso babi yang telah menipu pembeli, khususnya umat Islam untuk ditindaktegas secara hukum.
Pokoknya usut tuntas kasus ini, tindak tegas pihak-pihak yang membuka usaha bakso babi. Tetapi pihak terkait mesti menyelidiki lebih dalam lagi, jangan sampai orang Islam tertipu akibat ulah oknum yang tidak bertanggungjawab, tegas Ahmad Daroini.
Selain itu, dia meminta pihak terkait melakukan langkah-langkah pencegahan serta mengawasi peternakan dan peredaran babi di Kota Bengkulu. Termasuk mencegah masuknya daging babi dari luar kota.
Tidak tegas terhadap usaha-usaha yang menjadikan umat Islam tertipu. Sudah jelas dan tidak bisa diragukan lagi daging babi itu haram bagi umat Islam, katanya.
Sementara itu Wagub HM Syamlan mengatakan, pedagang bakso babi yang bakal rugi. Jika konsumennya tahu kalau menjual bakso babi, maka dipastikan pembeli tidak akan membeli baksonya kembali.
Syamlan meminta Pemkab/Pemkot juga turun tanggan meneliti peredaran bakso yang mengadung daging babi. Silakan berkoordinasi dengan Dinas Peternakan masing-masing. Diharapkan MUI dan BPOM mensertifikasikan pedagang bakso babi. Jika tidak terbukti diberi label bebas bakso babi, pintanya.(cw6/cw5)
A.Pemelihara Babi di Provinsi Bengkulu
No. Nama Kab/Kota Lokasi
1.Mukomuko -Desa Batu Kecamatan Mukomuko
-Penarik
-Desa Sari Bulan,
-Desa Baru V Koto
-Desa Air Bikuk.
2.Kota Bengkulu -Pagar Dewa RT 19 (Ada 2 warga),
-Belakang Taman Remaja (Ada 2 warga) Lingkar Timur
-Pekan Sabtu
-Belakang Bandara Fatmawati (Ada 2 warga)
-Pulau Baai
3.Bengkulu Utara -Desa Rama Agung
-PT Agricinal
4.Seluma -Desa Babakan Kecamatan Sukaraja
-Desa Rawa Sari Kecamatan Seluma Timur
-Desa Purba Sari Kecamatan Seluma Barat
-Desa Talang Benuang Kecamatan Air Periukan
5.Bengkulu Tengah -Desa Pasar Pedati Kecamatan Pondok Kelapa
(Sumber Disnakkeswan Provinsi)
B.Pengumpul Daging Babi di Provinsi Bengkulu
No. Nama Kab/Kota Jumlah Lokasi
1.Mukomuko -1 Orang -Lubuk Pinang
-1 Orang -Desa Baru V Koto
-1 Orang -Desa Air Bikuk)
-1 Orang -Desa Air Rami
2.Kota Bengkulu -2 Orang -Pagar Dewa)
-2 Orang -Belakang Taman Remaja Lingkar Timur
-1 Orang -Pekan Sabtu
-2 Orang -Belakang Bandara Fatmawati
-1 Orang -Pulau Baai
3.Seluma 3 Orang Tak Diketahui
4.Bengkulu Tengah -1 Orang -Pondok Kelapa
5.Bengkulu Selatan -1 Orang -Tak Diketahui
(Disnakkeswan Provinsi)
C. Total Pemelihara Babi Kurang Lebih 300 Orang. Jumlah Terbanyak di Seluma 234 Orang.
|
| |
| |
| Berita Berita Utama Lainnya |
. 820 CPNS Langsung Dapat Tunjangan Daerah . Mantan Anggota DPRD BU Juga Diperiksa Polisi . Diah: Berdayakan Keluarga, Perangi Narkoba . Ingin Pulang Kampung, Ternyata Maut Menjemput . Pilbup Tak Usah Digelar . Asal Api Bus Meledak Masih Simpang Siur . Jalan Susup, Raja Besi Tak Dapat Dilalui . Tuntutan 'Mati' Ditulis Tangan . Tuntutan 'Mati' Ditulis Tangan . Daftar Unpad Via Online
|
| |
|  |
|  |